Tampilkan postingan dengan label My Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Event. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2025

Deklarasi Peterongan

 

Kami pemuda-pemudi lintas agama dan kepercayaan:


Menyatakan bahwa kami siap merayakan dan menjalani hidup bersama dalam keberagaman di bumi rumah kami bersama dengan berelasi lebih tulus, bersahabat lebih erat, mengasihi lebih sungguh dalam persaudaraan, serta bersedia meruntuhkan tembok-tembok prasangka yang menghalangi kami.


Menyatakan bahwa kami menolak semua upaya untuk memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa. Kami bersedia membangun dialog lintas agama dan kepercayaan dengan berbagai jalan kreatif tanpa tindak kekerasan.


Menyatakan bahwa kami bersedia, mewujudkan harmoni lintas iman dan kepercayaan di Indonesia, yang kami cerminkan dalam setiap pemikiran, perkataan, dan perbuatan kami, dari yang paling sederhana yang bisa kami lakukan.


Dalam pertolongan Yang Maha Esa, Sang Khalik, yang kami sembah, atas cinta akan tanah air, tumpah darah kami, Indonesia, kami nyatakan tekad kami.


-------------------------------------------------

— Christnadi, digubah sebagai deklarasi dalam acara Pentas Seni Kaum Muda Lintas Iman 2024, disunting oleh Rm. Didik dan rekan-rekan di kepanitiaan.

Menggereja Pasca Pandemi

 

Pagi pagi Pak Tua menunggu

Ia memegang counter di tangan

Berdiri dengan tidak sabar di pintu gereja

Seperti virus, banyak orang ikut tidak sabar

Melihat pak Tua masih terus menunggu


Ayolah! Kata temannya siap menggulung debu dari atas bangku

Jangan dulu! Hardik pak Tua

Lonceng pun bergetar mendengar pak Tua

Tak berani ia berdentang


Satu per satu kaki sudah melangkah

Beberapa wajah bermunculan

Tapi counter di tangan hanya terdiam

Empat digit angka nol belum beranjak dari tempatnya


Pak Tua masih memandang jauh-jauh

Menatap marka jalan yang terpampang jelas

Berjajar sampai di depan lampu perempatan


Koster bertanya

Apa yang kau tunggu pak Tua?

Bosku sudah hadir

Boksu juga sudah ada

Apa lagi yang kau tunggu pak Tua?


Pak Tua menjawab lirih

Ternyata ia menunggu rombongan netizen

Yang katanya siap untuk kembali

Kala pandemi sudah berakhir


Pupus sudah asa

Yang dikobarkan dalam rapat kemarin

Layaknya nabi Pak Tua bernubuat

Dalam sajak tiga baris ia berkata:


“Pandemi pergi

Situasi kembali

Kursi-kursi terisi”


Kalau semua rima berujung manis

Dapat menjadi mantra penangkal tangis

Mungkin para nakes lekas beralih profesi

jadi penyair supaya epos tak berakhir tragis


…


Pak Tua lupa

Cerita dulu kala sekolah minggu

Yang perlu dituturkan menggunakan alat peraga

Karena cerita itu bukan tentang Yusuf, 

bukan tentang Yunus, 

ataupun Yudas


Tapi cerita itu tentang Yeremia

Nabi yang ceritanya tak seriang kakak-kakak sekolah minggu saat bernyanyi happy ya ya ya


Kala nabi lain menata mimpi di siang bolong

Mengajak Yehuda meniti omong kosong

Yeremia menghentak,

Menghardik mereka yang bohong

Yang dengan berani 

menggubah sajak yang lain

Mengubah bait demi bait sajak punya Sang Empunya


Bunyinya:


Babel pergi

Sion berpulih

Orang-orang kembali


Mendengar sajak yang baru

Dalam rima yang kurang sempurna

Yeremia hanya bisa berujar, moga-moga!


Karena Yerusalem 

tak akan pernah sama lagi

Mereka yang dibawa pergi 

Hanya akan dibawa pulang ke hari esok

Menyapa reruntuhan

Menjumpai Sion yang tidak berbentuk dan kosong

Dan asa melayang-layang di udara


Andai Pak Tua ingat cerita ini

Mungkin ia jadi tahu

Kalau gereja bisa jadi tidak akan kembali pada situasi yang sama

Pada kejayaan yang sama

Yang kisahnya selalu diungkit di rapat-rapat


Gereja bisa jadi sedang dibawa pulang ke hari esok

Menyapa umat yang tidak berbentuk dan kursi-kursi yang kosong

Dan sapaan gembala melayang-layang di udara


…


Lonceng gereja akhirnya berdentang

Bergema seperti bel di stasiun

Tanda kereta siap diberangkatkan


Yang pulang dan yang pergi menjejali gerbong yang sama

Satu dengan yang lain saling menyapa:

Mau pergi ke mana? Pulang!

Mau pulang ke mana? Pergi!

Dan gereja pun bergerak maju

Menuju pemberhentian berikutnya


Minggu depan kalau lonceng itu berdentang lagi,

Gereja bergerak maju selangkah lagi,

Berpulih walau tak pernah sama lagi.


Bersandar pada Yang Paling Tahu

tentang apa yang menanti di hadapan.


Kata-Nya:

Yang menanti ialah hari depan yang penuh harapan,

Karena rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera.


Di situ Pak Tua berkata, “Amin!”


---------------------------------------------------------------

— Christnadi, 7 September 2022


Puisi ini kubawakan sebagai khotbah dalam Ibadah Pembuka Persidangan XV MSW GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah. Iseng mencoba berpuisi panjang sebagai pengganti khotbah. Alhasil khotbah dibawakan hanya dalam 5 menit saja. Mencoba gaya puisi yang lain: kalau dulu remaja menggemari gaya puisi Jenny Jusuf, lalu ditekuni ke arah yang mendayu-dayu dan mellow, sekarang terinspirasi dari gaya berpuisi Joko Pinurbo.

Senin, 20 Oktober 2025

Sosial Terbatas


Pembatasan sosial apapun bentuknya:

Physical distancing, work from home, karantina wilayah

Seharusnya membuat orang makin mengerti empati

Tetapi kok malah membuat orang lupa bagaimana caranya berelasi

 

Mengubah umat yang menyembah, teman yang karib, warga yang berkontribusi,

Menjadi netizen yang aktif, dengan jari jemari yang lihai menari-nari

Bersuara, tapi tak berbunyi

 

Terlalu banyak kata-kata, sedikit interaksi

Terlalu banyak kata-kata, sedikit belas kasih

Wahai pujangga bisakah dikurangi?

Buang beberapa yang tidak perlu

Dan biar deret kata berakhir rima

Menjadi sajak yang penuh makna

 

Kalau COVID berlalu dan kita semua boleh bebas bertemu

Semoga kita masih ingat bagaimana caranya:

memberi senyuman hangat, berjabat erat, menggandeng sahabat

Karena sudah terlalu lama virus ini membuat banyak orang sakit:

Kepala panas, hati dingin, mulut terbatuk-batuk sebagai tanda: saatnya mengutuk

 

Tuhan, adakah yang tahan?

Berikanlah kesembuhan!


--------------------------------------

— Christnadi, 12 April 2020

Rabu, 20 Desember 2023

Let It Go (Lori True)


If your heart is filled with anger: let it go, let it go.

Kalau hatimu dipenuhi dengan amarah: tinggalkan, tinggalkan.


You lock your feelings up deep inside you: let it go, let it go.

Kau kunci rapat-rapat perasaanmu: tinggalkan, tinggalkan.


When you turn from those who love you: let it go, let it go.

Kala kau menjauh dari orang-orang yang mengasihimu: tinggalkan, tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



When you're feeling discouraged: let it go, let it go.

Saat kau merasa tawar hati: tinggalkan, tinggalkan.


Depressed or feeling worthless: let it go, let it go.

Depresi atau merasa tidak berharga: tinggalkan, tinggalkan.


When all seems hopeless and broken: let it go, let it go.

Ketika semua terasa tak ada lagi harapan dan hancur: tinggalkan, tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



Oh, let it go, let it go, let it go, oh, let it go.

Oh, tinggalkan, tinggalkan, tinggalkan, oh tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



If you're bitter and revengeful: let it go, let it go.

Kalau kau kepahitan dan ingin membalas dendam: tinggalkan, tinggalkan.


And the wars are raging inside you: let it go, let it go.

Dan ada perang yang berkecamuk di dalammu: tinggalkan, tinggalkan.


And when you want to lash out and be hurtful: let it go, let it go.

Dan saat kau ingin lepas kendali dan menyakiti: tinggalkan, tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



Oh, let it go, let it go, let it go, oh, let it go.

Oh, tinggalkan, tinggalkan, tinggalkan, oh tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



When evil and death surround you: let it go, let it go.

Kala kejahatan dan kematian menghantuimu: tinggalkan, tinggalkan. 


When you're lured by greed and power: let it go, let it go.

Kala dirimu digoda oleh keserakahan dan kekuasaan: tinggalkan, tinggalkan.


You're choosing things that can only harm you: let it go, let it go.

Kau hanya memilih hal-hal yang dapat melukaimu: tinggalkan, tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



Oh, let it go, let it go, let it go, oh, let it go.

Oh, tinggalkan, tinggalkan, tinggalkan, oh tinggalkan.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



Oh, let us prepare for a new day: yes indeed, yes indeed.

Oh, marilah kita menyongsong hari yang baru: ya benar, ya benar!


Where all are rev'renced and holy: yes indeed, yes indeed.

Di mana semua orang dihargai dan kudus: ya benar, ya benar!


Where the fragile and poor are cared for: yes indeed, yes indeed.

Di mana orang yang lemah dan miskin dipedulikan: ya benar, ya benar!


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



Oh, yes indeed, yes indeed, yes indeed, oh, yes indeed.

Oh, ya benar, ya benar, ya benar, oh, ya benar.


Don't you know God's got a plan and it's bigger than this,

Tidak tahukah kamu Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this?

Lebih besar dari semua ini?



Oh, let every nation stand firm (stand on the rock and shout) shout: yes indeed.

Oh, biarlah semua bangsa berdiri tegap (berdiri di atas batu karang dan berseru) berseru: ya benar.


And get busy building up God's kingdom (kingdom!): yes, yes indeed.

Dan sibuk membangun Kerajaan Allah (kerajaan!): ya, ya benar.


Pray for peace and sing for freedom (freedom!): yes, oh, yes indeed.

Berdoa untuk damai dan bernyanyi untuk pembebasan (pembebasan!): ya, oh, ya benar.


Oh, yes indeed! God's got a plan and it's bigger than this!

Oh, ya benar! Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


It's bigger than this!

Lebib besar dari semua ini!



Oh, yes indeed, yes indeed, yes indeed, oh, yes indeed.

Oh, ya benar, ya benar, ya benar, oh, ya benar.


(Oh, yes indeed!) God's got a plan and it's bigger than this!

(Oh, ya benar!) Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini,


Yes indeed, yes indeed, yes indeed, oh, yes indeed.

Ya benar, ya benar, ya benar, oh ya benar.


(Oh, yes indeed!) God's got a plan and it's bigger than this!

(Oh, ya benar!) Allah punya rencana dan itu lebih besar dari semua ini!


Bigger than this!

Lebih besar dari semua ini!


–––––––––––––––––––

Lori True, Paul Tate