Raja itu menaruh mahkota
di bawah kaki-Nya
Dan palang kotor
dijadikan sandaran kepala
RAJA itu terbalik
supaya menjadi AJAR
Agar rakyat-Nya wajar belajar
Kalau mau menggapai puncak
Kerajaan Surga
Turunlah sampai ke dasar
Kerajaan Maut
Tahta-Nya menjulang di Bukit Tengkorak
Dalam singgasana-Nya Ia bersemayam
Salib lusuh berhiaskan darah suci berkilau
Kalau lihat tangan-Nya, terpakulah
Keduanya terentang bukan menantang
Seperti gembala yang memanggil pulang
Kawanan domba jingkrak dan kambing hitam
yang berjalan terseok-seok di belakang
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
– Christnadi, sebuah puisi untuk mengisi renungan Warta Jemaat GKI Peterongan, menyesuaikan dengan tema dan keempat bacaan leksionari dalam Kebaktian Minggu Kristus Raja 23 November 2025 “Sang Raja, Sang Gembala", sekaligus disertakan dalam khotbah minggu dalam kebaktian tersebut juga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar