Senin, 01 Desember 2025

Raja Ini

 

Raja ini tercenung berhadapan kolom kosong

Kala mengisi formulir kehidupan

Satu kolom yang bertuliskan “pekerjaan”

 

Mau dituliskan: Raja

Tapi kolom itu menolak

 

Kolom itu tidak bisa

ditundukkan dengan janji palsu

ditaklukkan dengan ancaman

disuap dengan bagi-bagi jatah upeti

 

Dahi Raja ini terus mengulang tanya,

“Kalau Raja bukan kerja,

Apa pekerjaanku?”

 

Mau ditulis

“Pelindung”, tapi merampok rakyat sendiri

“Penjaga”, tapi buka pintu malapetaka 

“Pemimpin”, tapi rakyatnya tercerai berai

 

Mungkin,

“Penggembala”, tapi kok cari kambing hitam

“Pengampun”, tapi ya bobroknya minta ampun

“Penolong”, tapi seringnya bikin rakyat menjerit “tolong.. tolong..!”

 

Formulir yang kritis itu dirobek

Ia terlalu berisik

Tidak seperti mahkota dan singgasana

Yang diam dan menerima saja


––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

– Christnadi, sebuah puisi yang disertakan dalam khotbah untuk Kebaktian Minggu Kristus Raja, 23 November 2025, menjadi kontras dari puisi "Raja Itu".

Tidak ada komentar: