Selasa, 04 Oktober 2011

You Are Not Alone

Suatu hari sahabatku, Maria Fransiska, memperdengarkan sebuah lagu kepadaku. A very simple song, dengan nada-nada mellow, dan lelaki yang menyanyikannya juga terasa sangat menghayatinya. Sederhana, sebenarnya kurang easy listening sih lagunya, tapi... i found something lies behind...

Yup, sesaat setelah aku ditunjukkan liriknya, aku memperhatikan dengan seksama.
And i said...

"wow..."

Sebuah lagu sederhana, namun memuat cinta.

Well, bagiku, tidak semua lagu cinta memuat cinta.
Tapi di lagu ini, aku menemukan sebuah cinta.

Sebuah cinta yang membuat lelaki ini menaikkan doa pada Tuhannya,
Memohon perlindungan, penghiburan, penyertaan, kekuatan, bagi seseorang.
Ya, seseorang.
Seseorang yang dia sangat cintai meski dia belum tahu siapa seseorang itu, karena Tuhan belum menyatakannya.
Dan ia percaya, Tuhan akan menunjukkan padanya seseorang itu, tepat pada waktunya.

Seseorang itu kelak harus tahu
Lelaki ini mencintainya, bahkan sebelum lelaki ini mengetahuinya.

...

Dan inilah lagunya:


You Are Not Alone
By : Devotion

(VERSE 1)
            G		    Em
In a dream, i hold you close 
C	       	        D
embracing you with my hands 
          G                       Em
you gazed at me with eyes full of love 
          C     	D
and made me understand 
       G		          Em
that i was meant to share it with you 
         C		                 D
my heart, my mind, my soul 
                G	
then i opened my eyes 
     Em                  C		D
and all i see, reality shows i'm alone 


(BRIDGE)
    Bm			            Em
but i know that some day that you'll be by my side 
             C			           D
cause i know god's just waiting til the time is right 


(CHORUS)
G 		                          Em  	
God will keep her safe from a thundering storm 
		                         C
when the day is cold, will you keep her warm 
	                                          D      
when darkness falls, will you please shine her the way 
G 		                         Em  	
god will you let her know that I love her so 
			                    C
when there's no one there, that's she not alone 
			            D
just close her eyes and let her know 
		       G   [ ( C ) ending only ]
my heart is beating with hers 


(VERSE 2)
           G		Em
so i pray until that day (until that day) 
                   C		             D
when our hearts will beat as one (when our hearts will beat as one) 
G		         Em
I will wait so patiently (so patiently) 
C		       D
for that to come (for that day to come) 


(BRIDGE)

(CHORUS)
	                  C
it's beating with hers 
	                               D
my heart is beating with hers 
	                   G
it's beating with hers 

(CHORUS)

	    D
oooooohoooooooh
	             G
it's beating with hers 
 
==============================================
You Are Not Alone, by Devotion, 1999
-- Christnadi, 4 Oktober 2011
Special thanks untuk Maria Fransiska... this is awesome, sist! :)

Selasa, 27 September 2011

I C U (I see You)

Tuhan...
Dengan tertunduk malu
Aku menjumpai Engkau dalam hadiratMu
Maafkan aku Tuhan
Wajah ini tak dapat kuangkat
Aku malu menghadapMu

Tuhan...
Siapakah aku ini Tuhan
Sehingga Engkau berdiri di depanku
Siapakah aku ini Tuhan
Sehingga Engkau mau menjumpaiku

Kau tahu Tuhan
Semua kesalahan di saat kebodohanku
Kau tahu Tuhan
Betapa bebalnya diriku

Wahai diriku, biarkan aku bertanya!

Di mana aku saat Engkau ingin berjumpa denganku di waktu teduhku?
Tertidurkah? Terbuai dalam mimpi kosongku?

Ke mana aku pergi ketika masalah menghantam diri tak berdaya ini?
Ke sudut tergelapkah? Membiarkan air mata basahi diri?

Apa yang aku perbuat ketika Engkau menangis melihat dosa pelanggaranku?
Menyerah? Tidak menyesal? Dan malah bersukacita saat mengulang dosa-dosa itu?

Apa yang aku lakukan ketika orang-orang di sekelilingku menyakitiku?
Marah? Meluapkan amarah tanpa akal sehat? Atau malah mencari cara untuk segera meninggalkan dunia ini?

Apa yang dilakukan oleh telingaku? Oleh hatiku? Ketika nasihat dan kata-kata hikmat dari orang tuaku terasa begitu panas membakar?
Menutup telingaku rapat-rapat? Membentak mereka balik?

Apa yang kulakukan, di saat-saat seperti ini, ketika tubuh ini berada dalam Bait-Mu?
Mengapa tubuh ini ada, namun hati dan pikiran ini mengembara bebas?
PADAHAL ENGKAU MAU MENJUMPAIKU,
PADAHAL ENGKAU HENDAK BERBICARA DARI HATI KE HATI,
DAN MENEMPATKAN FIRMANMU YANG HIDUP ITU DALAM HATIKU?!!

Tuhan...
Ampunilah aku

Tuhan...
Aku pengikutMu, Aku anakMu
Namun diri ini tak pernah mencariMu
Mata ini tak pernah melihatMu

Tuhan Yesus...
Ampunilah aku

Tuhan...
Ubah hatiku, baharui hidupku, buka mataku,
Buatlah aku melihat...

Ya, buatlah aku melihat Engkau...

=============================================
--Christnadi, 25 September 2011

Senin, 08 Agustus 2011

Malam di Tempat Tinggi

Aku di sini...
Tidak seorangpun yang tahu bahwa aku di sini
Tersenyum di bawah siraman cahaya rembulan
Berdiri tegap di puncak tertinggi kota ini

Aku di sini...
Tidak seorangpun yang tahu mengapa aku di sini
Menatap ke hamparan pemandangan kota di bawah
Terdiam bersama keheningan malam

Tak ada yang mencariku
Tak ada yang menjumpaiku

Kunikmati kesendirian di tempat tinggi
Kusentuh batas langit dengan jemariku
Seindah apapun gemerlap cahaya kota malam hari
Tak menandingi kecantikan susunan bintang-bintang

Tuhan,
Aku di sini, Tuhan
Meski tiada yang tahu
Engkau mengetahuinya
Bahwa aku di sini

Tuhan,
Terima kasih, Tuhan
Meski tiada yang tahu
Aku mengetahuinya
Bahwa Engkau di sini

Ya, di sini
Kau ada di sini, di sisiku

Langit ini indah, Tuhanku...
Selamat malam :)

========================================
--Christnadi, 8 Agustus 2011

Kamis, 21 Juli 2011

Sejak Hari Itu

Tahukah kau,
Semua menjadi berbeda sejak hari itu?

Sejak hari itu...
Di antara semburat kuning fajar menyingsing
Aku dapat melihat bintang malam berpendar lembut

Sejak hari itu...
Di tengah dinginnya hembusan angin malam
Aku dapat merasakan sentuhan lembut mentari pagi

Sejak hari itu...
Tak peduli terik matahari kuasai siang,
Lengkung senyum bahagia tetap di wajahku

Sejak hari itu...
Tak peduli awan kelam tutupi purnama,
Melodi indah tetap kunyanyikan dalam hati

Ya,
Sejak hari itu...
Sejak kau bawaku melayang bersama angin lembut
Sejak kau genggam tanganku menuruni bukit hijau
Sejak kau temaniku pandangi bentangan cakrawala malam

Tahukah kamu,
Sejak hari itu...
Aku mencintaimu :)

======================================
Memang, puisi ini awalnya dibuat untuk keperluan tugas seseorang dengan tema yang sudah ditentukan,
tapi puisi ini aku dedikasikan untuk semua insan yang sedang jatuh hati kepada seseorang...
Buatlah dia tahu, kalau kau mencintainya :)

-- Christnadi, 21 Juli 2011

Rabu, 13 Juli 2011

Teriaaaakkk!!

Hidup ini makin menyesakkan
Aku ingin berteriak! Aaa!!
Namun tembok menghalangiku

Kini biarkan aku berteriak
Dalam susunan puisi indah
Kuterbangkan kata-kata penuh makna ke penjuru mata angin
Dan kubiarkan mereka melayang bebas ke manapun mereka inginkan
Mencari setiap insan dan merasuk ke dalam hati yang lembut

Teriakanku terdengar
Teriakan sakit hati, kecewa, bimbang, amarah, putus asa
Insan di luar sana merasakan
Rasa hati yang hancur, terluka, gundah, tersakiti, tersingkirkan

...

Kuterdiam di sudut gelap ini
Tak ada yang dapat kulakukan lagi
Namun hati memandang ke langit
Berusaha temukan di mana Sang Khalik berada

Kulepaskan jeritan hati dengan lembut
Kulepaskan dalam barisan kata-kata indah dalam doa
Kuserahkan hati yang remuk ini di hadapanNya

Akankah Dia mendengar?
Akankah Dia merasa?

Sejenak aku mendengar surga berbisik
"AKU mendengar jeritanmu"
"AKU merasakan semua luka hatimu"

Sang Kasih Sejati mendekatiku
Mendekapku dalam kehangatan kasih surgawi
Dia membalut luka hatiku
Dia mengganti kesedihanku dengan sukacita

Kini aku ingin berseru
Menyerukan cinta dalam barisan kata-kata dalam puisi
Kuterbangkan kata-kata penuh makna ke penjuru mata angin
Dan kubiarkan mereka melayang bebas ke manapun mereka inginkan
Mencari setiap hati yang terluka dan menyentuhnya dengan cinta

=============================================
--Christnadi, 13 Juli 2011

Heal me God...

Biarkan aku terbang melayang bersama dedaunan
Biarkan aku melintasi bentangan cakrawala luas
Aku ingin merentangkan sayapku lebar
Aku ingin menari bebas di langit malam

Di manakah Istana Langit itu?
Adakah ia terbentang di antara bintang-bintang malam?
Di manakah Taman Kehidupan itu?
Adakah ia ditempatkan di hamparan awan-awan lembut?

Aku ingin menuju ke sana.
Aku ingin berada di sana.

Diri ini sudah tak mampu mempertahankan hidup
Diri ini sudah tak berdaya memperjuangkan cinta
Hari demi hari menjadi sangat menyesakkan
Tubuh ini makin hancur dan penuh luka

Tuhan,
Kuserahkan diriku
Balut diriku, pulihkan aku
Biarkan kakiku kembali berjejak di bumi
Biarkan tubuhku kembali tegap berjalan

Karena telah kutemukanm Istana Langit itu
Dan telah kudapati Taman Kehidupan itu,
Ketika aku mengejar hadirMu
Dan menemukan kembali KasihMu,
Dalam setiap hembusan nafasku
Dan dalam doaku ini.
Amin.

========================================
--Christnadi, 13 Juli 2011

Minggu, 03 April 2011

Berapa lama lagi?

Tuhan,
Berapa banyak lagi sisa waktuku di bumi ini?

...

Berapa lama lagi aku hidup?
Sementara tiap hari aku berada dalam dunia yang menyesakkan ini?

Berapa lama lagi aku hidup?
Sementara aku terus berjuang melawan keinginan diri yang makin menyeretku ke neraka?

Berapa lama lagi aku hidup?
Sementara tubuh ini makin tak berdaya, lemah, dan rapuh?

Tuhan...
Berapa lama lagi aku hidup?
Berapa lama lagi usiaku di bumi?
Berapa lama lagi nafas ini ada dalam diriku?

Tuhan,
Aku ingin terus hidup...
Aku ingin hidup hingga aku tua nanti...

Karna masih banyak kehangatan cinta yang ingin kusampaikan,
Karna masih banyak semangat yang ingin kubagikan,
Karna masih banyak yang ingin dan harus aku lakukan,
untuk menyenangkan Engkau, Tuhanku...

Namun jika saatnya tiba,
Jika kematian memang harus menjemputku nanti
Aku ingin menjumpai Engkau di sana
MelihatMu menunggu kedatanganku dengan senyuman
Dan menyambutku dengan pelukan hangatMu...

***

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan"
(Filipi 1:21)

============================================
Christnadi, April 2011

Puisi ini didedikasikan untuk teman-teman yang merasa putus asa, untuk teman-teman yang ingin bunuh diri, untuk teman-teman yang memiliki penyakit yang sulit disembuhkan...
Kita boleh ingin mati, kita boleh bersiap mati, tapi kita harus tetap SEMANGAT untuk hidup, karena hidup kita adalah ANUGERAH, jangan disia-siakan... God bless you all :)